Showing posts with label Rambatan. Show all posts
Showing posts with label Rambatan. Show all posts

7/16/2014

Rawatan Harian Burung Rambatan Biar Gacor

Cara Merawat Burung Rambatan pada umumnya tidak beda jauh dengan burung berkicau lainnya, namun merawat burung rambatan bakal lebih mudah bila dibandingkan dengan merawat Burung Cililin. Sebelum membahas tentang Rawatan Harian Burung Rambatan biar rajin bunyi atau gacor, ada baiknya bila kita mengulas secara singkat tentang Burung Rambatan.

Sekilas Tentang Burung Rambatan

Burung Rambatan atau Velvet-fronted Nuthatch ( Sitta frontalis ) adalah burung kecil bersuara tajam yang sering digunakan untuk memaster burung - burung kicauan agar memiliki suara kicauan yang lebih tajam misalnya Lovebird, Kenari, Cendet, Anis Merah, Anis Kembang dan Muray Batu. Meski bertubuh kecil namun suaranya crecetannya terdengar nyaring sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai burung masteran untuk burung-burung yang sudah saya sebutkan diatas.

Rambatan yang termasuk dalam kelompok Sittidae ini memiliki beberapa spesis yang menyebar di seluruh dunia termasuk indonesia, sedangkan yang dikenal di indonesia dan malaysia adalah :
  •     Blue Nuthatch (Sitta azurea)
  •     Velvet-fronted Nuthatch (Sitta frontali )
 inilah Rawatan Harian Burung Rambatan Biar Gacor :
  • Jangkrik 3 ekor Pagi dan Sore, Kroto bisa diberikan dua hari sekali jika burung sudah makan voer, jika belum makan ver kroto bisa diberikan setiap hari dengan dicampur voer lembut.
  • Berikan makanan Voer secukupnya saja karena burung ini terkenal sebagai burung yang gemar makan, sehingga kalau kebanyakan makan voer burung akan cenderung kegemukan dan mengakibatkan malas berkicau.
  • Mandi diberikan dua hari sekali
  • Penjemuran selama setengah hingga satu jam saja, mengingat burung ini bertipe dingin atau menyukai suhu yang dingin atau sejuk.
  • Jika memiliki rambatan betina bisa digantung berdampingan agar burung lebih rajin berkicau.
  • Jangan lupa selain memberi tangkringan berikan juga batang kayu dalam posisi miring atau vertikal karena burung ini gemar memanjat atau merambat di pohon, karena itulah disebut rambatan.
Dengan perawatan yang rutin dan memberikan yang terbaik pada Burung Rambatan, burung ini akan menjadi burung yang andal untuk masteran, sayangnya untuk meningkatkan pamor dari burung rambatan, sampai saat ini saya belum  menemukan EO yang membuka kelas Rambatan dalam suatu Latber atau Lomba.



6/24/2014

Jenis Jenis Burung Rambatan atau Mungguk Beledu

Ternyata burung Rambatan yang suka merambat di pohon kayu memiliki nama lain yaitu Mungguk Beledu, dimana burung ini memiliki beberapa jenis yang harus kita pahami agar tak salah paham. Untuk sahabat pecinta burung, kali ini Mr Kicau ingin berbagi catatan tentang Jenis Jenis Burung Rambatan berdasarkan pengetahuan saya setelah membaca dari berbagai artikel burung : 

Jenis Jenis Burung Rambatan :
  1. Munguk beledu / velvet-fronted nuthatch (Sitta frontallis)
  2. Munguk loreng / blue nuthatch (Sitta azurea)
  3. Sitella papua / papuan sittella (Daphoenositta papuensis)
  4. Sitella hitam / black sittella (Daphoenositta miranda)
 Munguk Beledu / Rambatan



Spesies inilah yang sering disebut sebagai burung rambatan oleh para penggemar burung di Indonesia. Di negeri kita, wilayah persebaran munguk beledu meliputi Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Ada lima subspesies / ras burung munguk beledu, yaitu:
  1. Sitta frontallis frontallis: Semenanjung India, Pegunungan Himalaya, Bangladesh, Sri Lanka, China Selatan, Myanmar, Thailand, dan Indochina.
  2. Sitta frontalis palawana:  Palawan dan Balabac di Filipina barat.
  3. Sitta frontalis saturatior: Semenanjung Malaysia, Kepulauan Lingga, Sumatera, dan Bangka.
  4. Sitta frontalis corallipes: Kalimantan, termasuk Pulau Maratua yang terletak di ujung pantai timur.
  5. Sitta frontalis vellata: Jawa.
 
Burung ini aktif bergerak naik-turun pada batang dan cabang pohon, dengan gerakan cepat saat mencari serangga.

Tidak seperti pelatuk yang bergerak dengan posisi berdiri (kepala di atas) saat merambati pohon, munguk beleduk cenderung bergerak dengan posisi kepala di bawah atau dalam posisi menggantung.

Bentuk paruhnya yang lancip merupakan adaptasi atas perilaku mencari pakan yang tidak biasa atau berbeda dari burung lainnya. Paruh biasanya digunakan untuk mengambil serangga yang bersembunyi di balik permukaan kulit pohon.