7/16/2014

Mengenal Burung Glatik Batu (Glawing)

Burung Glatik Batu, Glatik Wingko (Glawing) adalah spesies yang berbeda dengan Glatik Jawa, meskipun memiliki nama yang sama tapi pada kenyataannya makanan dari burung ini juga berbeda. Glatik Batu (Parus cinereus cinereus ) Sunda : Jingjing tereup, Inggris : Great tit sama sekali tidak ada hubungan kerabat dengan burung gelatik jawa (Padda oryzivora) .  Kalau Gelatik Jawa adalah sebangsa burung pipit yang dalam bahasa Inggris di sebut Java Sparrow, yang makanannya biji-bijian dan sudah bisa dikembangbiakan oleh Manusia sampai sudah keluar hasil-hasil mutasinya dalam berbagai fariant. Sedangan gelatik batu termasuk burung pemakan serangga – serangga kecil. Kesamaan dari jenis burung ini hanyalah satu, yaitu sama-sama suka membikin sarang di lobang-lobang pohon.  


Burung gelatik batu perawakannya kecil dan punya kicau bagus yang tidak kalah dengan burung kicauan jenis lainya, Burung Gelatik Batu punya ciri khas unik dan mudah dikenali. Hal yang membuat burung ini cepat populer adalah perawatan yang relatif mudah, sifatnya yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, serta suaranya yang cocok sebagai  master bagi burung-burung berkicau lain semacam kenari, branjangan, pakling, tledekan, pleci dan lain-lain. Dari sisi klasifikasi biologi, gelatik batu termasuk dalam genus Parus. Gelatik batu ini adalah salah satu dari 34 subjenis dari gelatik batu di seluruh dunia.

Ciri-ciri Burung Gelatik batu :
Tubuh berukuran kecil kira kira kurang lebih 13 cm. warna tubuh burung ini berwarna hitam, abu-abu dan putih, pada areal kepala dan kerongkongan berwarna hitam serta terdapat bercak putih disisi muka. terdapat strip putih pada sayapnya.  Perbedaan pada burung gelatik batu jantan adalah terletak pada  garis hitam yang melingkari leher memanjang ke dada sampai ekor. Sedang kan pada betina garis hitam tersebut hanya sampai dada saja, Termasuk sangat mudah untuk dapat membedakan burung jantan dan betina kususnya untuk para pemula. Walaupun pada burung gelatik batu muda juga sudah terdapat ciri garis hitam ini khususnya pada burung  jantannya, walaupun warna tersebut agak samar. Jadi walaupun kita mendapatkan bakalan muda hutan, kita dapat langsung membedakan antara burung betina atau burung jantan.

Burung jenis ini berkarakter energik dan lincah, aktif bergerak naik turun di pucuk pohon atau areal tanah. Burung jenis ini juga senang berburu makanan bersama dalam kelompok atau koloninya atau berpasangan, dialam liar jenis burung tersebut memakan berbagai jenis serangga. Umumnya burung jenis ini berkembang biak pada bulan april-juni. Suara Gelatik  batu nyaring dengan kicau cerecetnya panjang dan memiliki nafas yang kuat.

Mr Kicau pernah merawat burung Glatik Batu, meskipun telah jinak namun burung ini tetap saja sangat aktif naik turun pangkringan dan bergelantungan. Berkicau sambil tak pernah berhenti bergerak adalah prilaku dari burung ini. 

Glatik Wingko ini adalah salah satu kekayaan hayati tanah air kita Indonesia, mari kita jaga kelestariannya dengan melakukan penangkaran, karena menangkarkan burung itu memanglah asyik selain untuk hobi juga bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

No comments:

Post a Comment